Minggu, 24 Juli 2016

PERJALANAN BERSAMA MASA LALU



Tapak perjalanan umat manusia seiring dengan waktu meliputi tiga fase utama, yaitu: masa lalu, masa kini dan masa depan. Di belakang, yang sudah terjadi dengan berbagai peninggalan, menjadi input (masukan) bagi jalan di masa kini dan masa depan. Masa kini menjadi masa lalu di masa depan, demikian seterusnya.

Jalan dulu, kini dan depan berada dalam lingkungan alam yang menyatu dalam waktu. Alam terciptakan sebagai sumber bagi berbagai kebutuhan hidup dan kehidupan manusia. Alam menjadi perekam dari budi dan daya yang dilakukan manusia dari jaman dulu, kini sampai masa depan.

Alam menjadi peninggalan yang abadi (natural heritage) dalam perjalanan hidup dan kehidupan manusia. Alam menjadi saksi dan perekam dari perjalanan serta dinamika kehidupan umat manusia yang senantiasa membudi dan mendayakan alam semesta.

Upaya budi dan daya yang dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menggunakan sumber daya alam yang tersedia di sekitarnya mewujudkan berbagai bentuk kebudayaan dan peradaban. Hasil serta peninggalan dari upaya budi dan daya manusia yang dinamis menjadi bagian dari peninggalan yang menunjukkan hasil dari upaya manusia melakukan budi dan daya alam semesta (cultural heritage).

Alam (natural heritage) dan upaya budidayanya (cultural heritage) yang dilakukan manusia berada dalam kerangka waktu dulu (past), kini (present) dan akan datang (future). Interaksi dari kerja budi dan daya manusia dalam lingkungan alam semesta membentuk suatu bentang alam yang terpengaruhi oleh upaya manusia (cultural landschape heritage).

Interaksi manusia dalam alam semesta berada dalam lingkup waktu yang terintegrasi dalam masa dulu, kini dan masa depan. Hidup ini tidak lepas dari interaksi ini: alam dan manusia, menjadi satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.


Y. Setiyo Hadi
Kencong, 24 Juli 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar