Tapak
perjalanan umat manusia seiring dengan waktu meliputi tiga fase utama, yaitu:
masa lalu, masa kini dan masa depan. Di belakang, yang sudah terjadi dengan
berbagai peninggalan, menjadi input (masukan) bagi jalan di masa kini dan masa
depan. Masa kini menjadi masa lalu di masa depan, demikian seterusnya.
Jalan
dulu, kini dan depan berada dalam lingkungan alam yang menyatu dalam waktu.
Alam terciptakan sebagai sumber bagi berbagai kebutuhan hidup dan kehidupan
manusia. Alam menjadi perekam dari budi dan daya yang dilakukan manusia dari
jaman dulu, kini sampai masa depan.
Alam
menjadi peninggalan yang abadi (natural heritage) dalam perjalanan
hidup dan kehidupan manusia. Alam menjadi saksi dan perekam dari perjalanan
serta dinamika kehidupan umat manusia yang senantiasa membudi dan mendayakan
alam semesta.
Upaya
budi dan daya yang dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya
dengan menggunakan sumber daya alam yang tersedia di sekitarnya mewujudkan
berbagai bentuk kebudayaan dan peradaban. Hasil serta peninggalan dari upaya
budi dan daya manusia yang dinamis menjadi bagian dari peninggalan yang
menunjukkan hasil dari upaya manusia melakukan budi dan daya alam semesta (cultural
heritage).
Alam
(natural
heritage) dan upaya budidayanya (cultural heritage) yang dilakukan
manusia berada dalam kerangka waktu dulu (past), kini (present) dan akan datang
(future).
Interaksi dari kerja budi dan daya manusia dalam lingkungan alam semesta
membentuk suatu bentang alam yang terpengaruhi oleh upaya manusia (cultural
landschape heritage).
Interaksi
manusia dalam alam semesta berada dalam lingkup waktu yang terintegrasi dalam
masa dulu, kini dan masa depan. Hidup ini tidak lepas dari interaksi ini: alam
dan manusia, menjadi satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.
Y.
Setiyo Hadi
Kencong,
24 Juli 2016.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar