Minggu, 05 Juni 2016

ASAL USUL GUMUK DI JEMBER




Oleh
STANLEY COLLIN SUGIJO

Dari catatan dan tulisan transkrip bahasa Belanda yang pernah saya baca. Pada waktu orang-orang Belanda pertama kali menginjakan kakinya di bumi Jember, mereka tertarik kepada struktur geologis yang ada, dimana banyak terdapat bukit tersebar secara luas diwilayah Jember. Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Gumuk. 

Pada awalnya mereka menganggap bahwa gumuk-gumuk berasal dari erupsi. Gunung Argopuro yang terletak di batas barat sampai utara Jember. Hal ini mengingat Argupuro adalah gunung yang letaknya terdekat dengan Jember, selain itu juga melihat kepada bentuk fisik geologis Argopuro yang menghadap ke Jember , berbentuk patahan gunung yang terjal dan sangat curam. Sehingga mereka menganggap bahwa gumuk-gumuk tersebut adalah material longsoran dari tubuh Argopuro yang patah. 

Tetapi setelah mereka meliti contoh tanah , mereka tidak menemukan kesamaan nya. Ternyata contoh tanah / material gumuk tsb cocok dengan Gunung Raung. Maka mereka menyimpulkan bahwa gumuk-gumuk yang ada berasal dari erupsi yang sangat dasyat dari Gunung Raung. Jadi, Gumuk tidak tumbuh dari magma yang ada dibawahnya, tetapi ia berasal dari lontaran material pijar / cair yang keluar dari magma gunung Raung melesat keangkasa dan bertebaran diwilayah Jember mulai dari utara kalisat dan sekitarnya sampai dengan Gumuk Mas diselatan , termasuk gumuk Jenggawah. Hasil pengamatan saya membuktikan bahwa penelitian dan kesimpulan Belanda tersebut bisa dibenarkan.

Ada beberapa hal yang saya amati untuk memperkuat teori Belanda tersebut. Yaitu:
1.                           Saya pernah mencoba melihat wilayah Jember dari lereng Argopuro , perkebunan Gentong, ring road utara Jember, Rembangan, Maesan dan daerah ketinggian lainnya disekitar Jember. Memang sangat jelas terlihat bahwa tebaran Gumuk dimulai dari sisi kaki Raung dalam jumlah yang sangat banyak dan rapat , terus masuk ke wilayah kota Jember dan terus berkurang Jumlahnya di wilayah selatan.
2.                           Saya mengamati jenis material dari pada Gumuk yang didekat Raung berisi batu piring. Itu membuktikan bahwa material cair yang terlontar berasal dari material sangat padat , ketika jatuh diwilayah yang bersuhu dingin , mengeras dgn cepat dan cracking atau retak2 menjadi batu piring , masuk wilayah kota Jember , material Gumuk lebih dominan bebatuan utuh dlm bentuk bongkahan besar, semakin jauh terhindar material yang lebih ringan yang mengering menjadi batuan padas Seperti yang ada di Jenggawah.
3.                           Saya pernah menyaksikan beberapa spot (titik) penggalian Gumuk. Terlihat bahwa penggalian akan terhenti apabila penggalian dasar gumuk sudah menyentuh lapisan tanah. Itu membuktikan bahwa bebatuan tsb tdak tumbuh dari magma dibawah. Tetapi jatuh dari atas dalam bentuk cair dan kemudian mengeras menjadi batu.
4.                           Bentuk Gumuk pada umumnya terjal disisi yg menghadap ke Raung dan landai disisi sebaliknya. Perhatikan contoh Gumuk Jenggawah.

Cerita ini mungkin masih bisa panjang , yang jelas lontaran lava pijar yang kemudian membatu menjadi gumuk...adalah peristiwa dan fenomena alam yang spektakuler dan jarang ada ditempat lain . Maaf sementara saya akhiri. Semoga bermanfaat.

Stanley Collin Sugijo (Jember, 05 Juni 2016)

1 komentar:

  1. Do you want to win at an online coin casino? | CasinoRewards
    The best 바카라 사이트 casino to play 인카지노 for real money and 카지노 win money with the help of cryptocurrency. The top software developers in the world provide innovative

    BalasHapus