Oleh
STANLEY COLLIN SUGIJO
Dari catatan dan tulisan transkrip
bahasa Belanda yang pernah saya baca. Pada waktu orang-orang Belanda pertama kali
menginjakan kakinya di bumi Jember, mereka tertarik kepada struktur geologis
yang ada, dimana banyak terdapat bukit tersebar secara luas diwilayah Jember. Masyarakat setempat
menyebutnya dengan nama Gumuk.
Pada awalnya mereka menganggap
bahwa gumuk-gumuk berasal dari erupsi. Gunung Argopuro yang terletak di batas
barat sampai utara Jember. Hal ini mengingat Argupuro adalah gunung yang
letaknya terdekat dengan Jember, selain itu juga melihat kepada bentuk fisik
geologis Argopuro yang menghadap ke Jember , berbentuk patahan gunung yang
terjal dan sangat curam. Sehingga mereka menganggap bahwa gumuk-gumuk tersebut adalah
material longsoran dari tubuh Argopuro yang patah.
Tetapi setelah mereka meliti contoh
tanah , mereka tidak menemukan kesamaan nya. Ternyata contoh tanah / material
gumuk tsb cocok dengan Gunung Raung. Maka mereka menyimpulkan bahwa gumuk-gumuk
yang ada berasal dari erupsi yang sangat dasyat dari Gunung Raung. Jadi,
Gumuk tidak tumbuh dari magma yang ada dibawahnya, tetapi ia berasal dari
lontaran material pijar / cair yang keluar dari magma gunung Raung melesat
keangkasa dan bertebaran diwilayah Jember mulai dari utara kalisat dan
sekitarnya sampai dengan Gumuk Mas diselatan , termasuk gumuk Jenggawah. Hasil
pengamatan saya membuktikan bahwa penelitian dan kesimpulan Belanda tersebut
bisa dibenarkan.
Ada beberapa hal yang saya amati
untuk memperkuat teori Belanda tersebut. Yaitu:
1.
Saya
pernah mencoba melihat wilayah Jember dari lereng Argopuro , perkebunan
Gentong, ring road utara Jember, Rembangan, Maesan dan daerah ketinggian
lainnya disekitar Jember. Memang sangat jelas terlihat bahwa tebaran Gumuk
dimulai dari sisi kaki Raung dalam jumlah yang sangat banyak dan rapat , terus
masuk ke wilayah kota Jember dan terus berkurang Jumlahnya di wilayah selatan.
2.
Saya
mengamati jenis material dari pada Gumuk yang didekat Raung berisi batu piring.
Itu membuktikan bahwa material cair yang terlontar berasal dari material sangat
padat , ketika jatuh diwilayah yang bersuhu dingin , mengeras dgn cepat dan
cracking atau retak2 menjadi batu piring , masuk wilayah kota Jember , material
Gumuk lebih dominan bebatuan utuh dlm bentuk bongkahan besar, semakin jauh terhindar
material yang lebih ringan yang mengering menjadi batuan padas Seperti yang ada
di Jenggawah.
3.
Saya
pernah menyaksikan beberapa spot (titik) penggalian Gumuk. Terlihat bahwa
penggalian akan terhenti apabila penggalian dasar gumuk sudah menyentuh lapisan
tanah. Itu membuktikan bahwa bebatuan tsb tdak tumbuh dari magma dibawah.
Tetapi jatuh dari atas dalam bentuk cair dan kemudian mengeras menjadi batu.
4.
Bentuk
Gumuk pada umumnya terjal disisi yg menghadap ke Raung dan landai disisi
sebaliknya. Perhatikan contoh Gumuk Jenggawah.
Cerita ini mungkin masih bisa panjang ,
yang jelas lontaran lava pijar yang kemudian membatu menjadi gumuk...adalah
peristiwa dan fenomena alam yang spektakuler dan jarang ada ditempat lain .
Maaf sementara saya akhiri. Semoga bermanfaat.
Stanley
Collin Sugijo (Jember, 05 Juni 2016)

Do you want to win at an online coin casino? | CasinoRewards
BalasHapusThe best 바카라 사이트 casino to play 인카지노 for real money and 카지노 win money with the help of cryptocurrency. The top software developers in the world provide innovative