Gumuk,
sebutan yang akrab didengar oleh telinga orang Jember untuk menyebut bukit
(gunung yang kecil). Bahkan, wilayah Jember pernah dikenal dengan sebutan
Daerah Seribu Gumuk.
Keberadaan
gumuk secara alamiah terbentuk ribuan tahun lamanya, sebagai salah satu bagian
dari topografi kewilayahan khususnya di Kabupaten Jember. Setidaknya ada dua
fungsi utama dari keberadaan gumuk di suatu wilayah.
Pertama,
gumuk berfungsi sebagai pemecah angin. Tatkala ada angin yang berkecepatan
tinggi dating, gumuk berfungsi menahannya yang kemudian terpecahkan ke segala
arah sehingga angin tersebar ke seluruh arah dengan kecepatan yang semakin
kecil dibandingkan sebelumnya.
Kedua,
gumuk mempunyai fungsi sebagai “pasak bumi”. Gumuk bagaikan tiang pancang yang
menancap ke dalam bumi dengan tonjolan di permukaan bumi yang berperan menjaga
keseimbangan alam sekitarnya. Gumuk merupakan ekosistem, yang di dalam terdapat
beraneka unsure dari ekosistem baik tanaman, mikroba, maupun hewan, serta
tempat menyimpan air yang dibutuhkan di masa kemarau.
Y.
Setiyo Hadi (Jember, 04 Juni 2016)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar